Selasa, 14 September 2010

SALAH BURUNG - DUA SATPAM TEGAS

ANEKDOT MBAH WONO KAIRUN

SALAH BURUNG

Setelah Berkali kali dirayu oleh mbah wonokairun akhirnya djoko Bodoh sang cucu yang agak sedikit autis mau juga dikhitan. Ditempat tukang sunat alias Calak yang bernama Brudin si Djoko kambuh lagi rasa takutnya. Mbah Wono dan pak Calak jadi bingung,namun mbah Wono kembali membujuk sang cucunya.

Wono : "Jangan takut Djok,… gak sakit kok,paling paling seperti digigit semut. Nanti mbah belikan sepeda baru ya ??”   
Djoko : “Aku mau disunat…tapi djoko minta pangku mbah…”   
Wono : “ Minta dipangku mbah ??? Ya ya ya sudah…Ayo tak pangku nak…”
Akhirnya Mbah Wono duduk dikursi yang disediakan lalu memangku si Djoko, sementara Brudin sudah siap dengan gunting tajamnya.
Brudin :” Apa sudah siap ??  
Wono : “Siap ..!!” 
Brudin : “Saya hitung sampai tiga ya.. Satu…….., dua………!! Ti….” 
Tiba tiba si Djoko badannya bergerak gerak meronta.  
Wono : “ Ayo Din..!! Cepetan..!!!”  
Brudin : “ Ya ya….Satu…dua…Tiga…!!!!!”  Cling…!!!    
Wono : “ Attttoooooohhhhh..!!! Atooooohhhh!!!” tiba tiba  terdengar teriakan mbah Wono yang menganggetkan suasana.   
Brudin : “ Kenapa mbah..??”   
Wono : “Atuooohhh.. bu…bu..burungku…yang kena…!!!!” teriak mbah wono kesakitan.
Brudin : “ Haaahh??? Apaaaaaaaaaaaa…????”Aduuh cilaka nihh..”



DUA SATPAM TEGAS

Dua orang satpam yaitu Bunali dan Selleh mendapat perintah dari Wan Abud bos mereka untuk tidak libur dan tetap bertugas sebagai pengaman sebuah gudang barang. Tentu saja mereka berdua mendapat uang lembur yang cukup mengiurkan  masing masing satu juta rupiah selama tiga hari jaga.
Wan Abud : “ Ente berdua kalau jaga gudang harus semangat dan bersikap tegas. Jangan sekali kali kalian menerima tamu. Siapapun tanpa pandang bulu dilarang masuk diwilayah perusahaan ini. Mengerti ??”
Bunali dan Selleh : “ Siap dan mengerti bos..!!”

Dua hari berjalan, datanglah Mbah Wonokairun kakeknya Bunali mendatangi perusahaan dimana sang cucu bekerja untuk melepas rindunya. Karena gerak gerik Mbah Wono dianggap mencurigakan lalu Selleh menegurnya :” Hei Mbah apa tidak tahu kalau ada tanda DILARANG MASUK TANPA KECUALI hah???”

Mbah Wono :” Saya tidak tahu nak, saya gak bisa baca…”
Selleh :” Kalau begitu mbah cepat meninggalkan tempat ini..!!”
Mbah Wono : “Tapi..tapi mbah mau ketemu cucu saya Bunali…” mbah Wono meminta dengan nada memelas.
Selleh :” Saya tidak peduli , siapapun dilarang masuk tanpa pandang bulu..!!”
Dengan rasa kecewa berat Mbah Wono dengan langkah gontai terpaksa meninggalkan area perusahaan itu.

Tak berepa lama datanglah Bunali yang habis buang hajat dibelakang lalu bertanya kepada Selleh .
Bunali : ” Leh, tadi waktu dibelakang saya mendengar seperti ada ribut rebut..??”
Selleh :” Oh iya tadi ada kakek tua yang datang dari desa mau ketemu kamu Bun..”
Bunali :” Bagaimana ciri ciri kakek tersebut Leh ??”
Lalu Selleh menceritakan :” Orangnya agak bungkuk, pakai kain sarung, rambutnya tinggal dua helai berdiri kaya antenna dan jalannya seperti orang habis kena strook..”
Bunali :” Apa???? Wah wah…itu mbah saya Leh..!!!?? Sekarang dimana dia ???”
Selleh : “Ya sudah pergi Bun, gak tahu kemana dia sekarang..”
Bunali  :” Leh…Selleh…itu adalah kakek ku….!!!! Kenapa tidak kamu masukkan saja Leh ??
Selleh :” Tidak bisa Bun , siapapun tidak boleh masuk ketempat ini tanpa kecuali, sesuai dengan perintah bos kemarin, meskipun orang itu adalah mbahmu...Saya minta maaf Bun..karen saya menjalankan aturan yang berlaku..”
Bunali tidak menjawab. Namun dari kedua matanya meneteskan airmata sedih…………


Esok harinya ketika Bunali giliran menjga pintu gudang, tiba tiba datang seorang wanita bernama Lumut lalu bertanya kepada Bunali .
Lumut : "Pak satpam saya Siti Lumut istrinya pak Selleh, saya mau ketemu dengannya karena mau minta uang belanja…”
Bunali :” maaf bu, saya gak bisa menerima ibu wlaupun ibu ini istrinya pak Selleh”  L
Lumut :”Lho kenapa pak ?? Saya ini datang dari jauh jauh lho..!! Sudah dua bulan suamiku gak kasih uang belanja …”
Bunali :” Maaf bu, sebaiknya ibu meninggalkan tempat ini, sebelum saya usir”
Karena takut diusir Siti Lumut akhirnya pergi dengan kecewa berat sambil menangis tersedu sedu………

Satu jam kemudian datanglah Selleh dan bertanya kepada rekannya Bunali .
Selleh :  ” Dari belakang tadi saya dengar suara ribut ribut ada apa Bun ??”  
Kemudian Bunali menceritakan kalau tadi ada wanita bernama Siti Lumut yang mengaku istrinya Selleh datang kesini untuk minta uang belanja namun tidak diperkenankan masuk.
Mendengar itu Selleh lalu mencak mencak.............
Selleh : "Itu istriku Bun…Itu istriku….wah wah…
bisa bisa nanti istriku minta cerai……!!!! Aduhh…!! Aduuh…kenapa kamu tega mengusirnya Bun ????!!!!!!
Bunali dengan kalem menjawab :”Apa kamu lupa Leh ?? Sesuai peraturan Perusahaan siapapun dilarang masuk ketempat ini . Apa kamu sudah pikun ???
Selleh :” …..????@@@@@!!!!!!.Huuuuuh….Huuuuuh….Huuuuuh…Nasiiib……… nassiiiib………….
BUNALI
SELLEH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar